Follow by Email choinisahsenyumdansemangati.blogspot.com

Kamis, 02 Agustus 2012

Contoh Langkah-Langkah Penerapan K3




DAFTAR ISI
                                                                                                                                                                                                                                                            HAL
HALAMAN JUDUL……………………………..................................       i
DAFTAR ISI…………………………………………………………...       ii
LATAR BELAKANG…………………………………………………       iii
ISI……………………………………………………………………...        iv
KESIMPULAN………………………………………………………...       v
PERTANYAAN……………………………………………………….       vi
JAWABAN……………………………………………………………        vii










ii
LATAR BELAKANG
            Dalam system  manajemen penerapan  k3 ada  beberapa tahapandan langkah-langkah yang harus di lakukan agar manajemen  penerapan k3 dapat berjalan secara efektif, yaitu tahapan persiapan, dan tahap pengembangan penerapan yang meliputi: menyatakan komitmen,  menetapkan cara penerapan, membentuk kelompok kerja, menetapkan sumber daya yang di perlukan, kegiatan penyuluhan, peninjauan system, penyusunan jadwal kegiatan , pengembangan system manajemen k3, penerapan system, proses sertifikasi.
            Sistem manajemen penerapan k3 dalam perusahaan harus dilakukan oleh manajemen puncak, komitmen manajemen puncak harus dinyatakan bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga harus dengan tindakan nyata agar dapat diketahui, di pelajari, dihayati, dan di laksanakan oleh seluruh anggota dan staff karyawan perusahaan.
            Untuk itu selama kurang lebih satu tahun perusahaan harus siap menghadapi gangguan keadaan keuangan pada perusahaan karena banyaknya waktu yang seharusnya dikonsentrasikan untuk memproduksi atau beroperasi banyak terserap oleh prosespenerapan ini. 







iii
LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
System manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja SMK3 mendapat perhatian yang sangat penting saat ini, karena masih tingginya angka kecelakaan kerja.SMK3 bertujuan menciptaptakan system Kesematan dan kesehatan kerja di tempat kerja, dengan menciptakan unsur manajemen, tenaga kerja  kondisi dan lingkungn kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat kerja yanga aman, efisien dan produktif (Sastro Hadiwiryo, 2002)
Dengan memperhatikan banyaknya resiko yang di peroleh perusahaan maka mulailah di terapkan manajemen resiko yang telah menerapkan pola preventif terhadap kecelakaan yang akan terjadi, manajemen resiko tidak hanya menuntut keterlibatan pihak manajemen tapi juga komitmen manajemen puncak dan seluruh pihak yang terkait (Rudiyanto, 2003)
Mengingat tingginya angka kecelakaan di Indonesia maka pemerintah mengeluarkan UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 87 UUtersebut mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan, dan bagi yang tidak menerapkannya akan di beri sanksi. Selain itu telah di keluarkan pula PERMENAKER No. 05/MEN/1990 tentang Penerapan SMK3 dan audit SMK3.
Pada sebagian besar  perusahaan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan  Kerja di dalam perusahaan  harus terus di tingkatkan secara terus menerus dalam pelaksanaanya, sebagai sebuah jaminan bahwa penerapan yang di lakukan berkontribusi terhadap perkembangan ataupun kemajuan perusahaan dan juga dapat memperkecil kemungkinan kecelakaan yang bisa terjadi pada para pekerja atau lebih singkatnya dapat menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja pada saat bekerja.Oleh karena itu  penerapan k3 di sebuah perusaan memiliki langkah-langkah yang terbagi menjadi dua tahapan.Tahapan dan langkah-langkahnya adalah.
v  .   Tahap Persiapan.
Tahap persiapan merupakan,langkah awal yang harus di lakukan oleh sebuah perusahaan setelah itu baru di ikuti langkah-langkah lainnya.Dan perusahaan ketika melakukan tahap-tahap persiapanharus melibatkan sejumlah personelnya untuk dapat menerapkan tahapan dan langkah-langkahnya. Adapun Tahapan persiapannya adalah:
·         Komitmen manajemen puncak.
·         Menentukan ruang lingkup
·         Menetapkan cara penerapan
·         Membentuk kelompok penerapan
·         Menetapkan sumber daya yang diperlukan

v  Tahap Pengembangan dan Penerapan.
Pada tahapan ini berisi langkah-langkah yang harus di dilakukan oleh perusahaan, untuk dapat melakukan pengembangan dan penerapan k3. Langkah langkahnya adalah:
1
Ø  Langkah 1
Menyatakan Komitmen
Yang perlu kita garis bawahi adalah Penerapan K3 bukan hanya tanggung jawab Manejemen K3 saja, tapi juga tanggung jawab semua anggota perusahaan mulai dari Manajemen puncak sampai karyawan yang memiliki kedudukan rendah di dalam perusahaan itu. Namun karena Manajemen puncak memiliki kedudukan yang tinggi di dalam perusahaan maka Manejemenlah yang mengetuai pelaksanaan penerapan K3 serta di dukung oleh karyawan yang lain, dan berhasil atau tidaknya penerapan tergantung pada Manajemen. Karena itu lah adanya Komitmen sangat berperan besar pada persiapan penerapan K3 tanpa adanya Komitmen penerapan K3 tidak akan berjalan seperti apa yang telah di rencanakan.
Ø  Langkah 2.
Menetapkan Cara Penerapan
Untuk menetapakan cara penerapan K3, sebuah perusahaan agar lebih bijak dan juga agar tidak terjadinya kesalahan, perusahaan dapat menggunakan atau mencari orang-orang yang ahli dan mempunyai banyak pengalaman serta mengerti bagaimana cara-cara penerapan K3 yang baik dan benar, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara yang paling efektip dalam proses penerapan K3. Adapun penerapannya adalah:
1.      Sumberdaya, struktur organisasi dan pertanggung jawaban
a.       Pimpinan puncak harus menjadi penanggung jawab utama untuk K3 dan system Manajemen K3
b.      Pimpinan puncak harus menunjukan komitmennya
c.       Penyedia jasa harus menentukan tanggung jawab k3
d.      Penyedia jasa dapat memotipasi karyawan di tempat kerja untuk bertanggung jawab terhadap aspek-aspek k3

2
2.      Kompetensi, pelatihan dan penyuluhan
a.       Menjamin setiap karyawan yang terlibat dalam pekerjaan yang mengandung resiko K3
b.      Mengidentifikasi dan melaksanakan pelatihan K3 dan SMK3 sesuai dengan kebutuhannya
c.       Mengevaluasi keefektifan pemilihan
d.      Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur kerja karyawan
e.       Prosedur pelatiahan harus mempertimbangkan perbedaan tingkatan.

Ø  Langkah 3

Membentuk Kelompok Kerja Penerapan
Kelompok kerja, dapat di bentuk dengan mengambil perwakilan darisetiap unit kerja, hal ini bertujuan agar setiap unit bisa bertanggung jawab terhadap satuan unit kerjanya. Dalam proses penerapan anggota kelompok kerja memiliki fungsi sebagai agen dan fasilisator. Karena ketika mereka ingin menerapkan k3 pada anggota satuan kelompok unitnya , merekalah yang harus terlebih dahulu menerapkannya karena mereka yang menjadi acuan untuk anggotanya, dan mereka dapat menjelaskan mamfaat dan konsekuensi yang harus di tanggung.
Ø  Langkah 4
Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan
Sumber daya yang di perlukan meliputi:
§  Orang
Orang pada kata di atas maksudnya adalah sumber daya manusia yang di tetapkan dan diberi tugas penuh dalam proses penerapan k3.
§  Perlengkapan
Maksud dari perlengkapan adalah mmenyiapkan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses penerapan baik itu darifasilatas  ruangan ataupun peralatan yang di gunakan.
§  Waktu
Penerapan k3 memerlukan waktu yang cukup lama , karena untuk menerapkan k3 tak semudah seperti membalikan telapak tangan, karena banyak pekerjaan yang harus di kerjakan, yang dapat menguras waktu, dana perusahaan ataupun tenaga sumber daya manusia.

Ø  Langkah 5
            Kegiatan penyuluhan
            Kegiatan penyuluhan pada penerapank3 memiliki beberapa tujuan penting yaitu:
§  Menyamakan presefsi dan motifasi betapa pentingnya penerapan k3 pada perusahaan
§  Dapat membangun komitmen kepada seluruh anggota yg ada di perusahaan agar dapat menerapkan k3 dengan tatacara yg benar dan efektif.
Penerapan k3 di lakukan dan dilaksanakan oleh seluruh personel perusahaan, oleh karena itu penyuluhan di lakukan agar semua karyawan ikut serta dalam melaksanakanya.
Ø  Langkah 6
Peninjauan system
Salah satu fungsi daridi bentuknya kelompok kerja adalah untuk melakukan peninjauan system , apakah sudah sesuai dengan persyaratan yang ada dalam SMK3. Serta prosedur dan tatacara penerapannya apakah sudah benar.

Ø  Langkah 7

Penyusunan Jadwal Kegiatan
Penyusunan jadwal kegiatan harus mempertimbangkan hal hal berikut ini:
§  Ruang lingkup pekerjaan
§  Kemampuan wakil manajemen dan kelompok kerja penerapan untuk membagi waktu
            Wakil manajemen bukan hanya mempunyai tugas untuk menerapkan k3, tapi wakil manajemen juga masih mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaanya pada perusahaan ,dan salah satu dari keduanya tidak bisa di tinggalkan, karena menjalankan langkah-langkah penerapan k3 sangat penting, begitu juga pekerjaan di perusahaan sama pentingnya untuk kelangsungan produksi perusahaan. Maka agar keduanya tidak terbengkalai Wakil manajemen  harus mampu mengatur ataupun membagi waktu untuk keduanya.      
Ø  Langkah 8

Pengembangan Sistem Manajemen
Beberapa kegiatan yang dapat di lakukan dalam manajemen K3dalam tahap pengembangan sisstem manajemen K3 adalah:
·         Dokumentasi
Pendokumentasian merupakan unsur utama setiap satuan system manajemen dan  buat sesuai dengan kebutuhan perusahaan , perusahaan perusahaan harus dengan jelas menentukan dokumen dan pengendnaga aliannya yang efektif. Pendokumentasian SMK3 mendukung kesadaran  tenagm a kerja dalam rangka mencapai tujuan k3 dan evaluaasi terhadap system dan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja.

·         Pembagian kelompok
·         Penyusunan bagan air
·         Penulisan manual system manajemen k3
·         Prosedur
·         Dan intruksi kerja

Ø  Langkah 9

 Penerapan Sistem
Penerapan system sudah dapat di laksanaka , setelah satu dokumen telah selesai, tidak harus menunggu terlebih dahulu  dokumen lainnya selesai, tapi setelah selesainya satu dokumen sudah mencakup satu elemen standar jadi bisa langsung menerapkan system k3.

Ø  Langkah 10
 Proses sertifikasi
Proses sertifikasi dapat di lakukan oleh banyak lembaga system manajemen K3, misalnya OHSAS 18001:1999. Organisasi bebas menentukan organisasi manapun yang diinginkan.



                                                                                                                                               






6
KESIMPULAN
Setelah kami mempelajari dan memahami Langkah Langkah Penerapan k3 pada materi di atas, maka dapat di simpulkan bahwa, langkalangkah penerapan k3 di dalam perusahaan atau organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak bisa di anggap remeh.
Perusahaan harus menyedikan waktu khusus untuk membentuk dan menyiapkan sturuktur organisasi untuk mengatur dan menerapkan langkah-langkah penerapan k3, namun yang perlu di pahami bahwa penerapan k3 bukan hanya harus diterapkan dan dilakukan oleh manejemen k3 saja tapi juga harus adanya keterlibatan semua anggota perusahaan, mulai dari manejemen puncak sampai karyawan, semuanya harus terlibat langsung dan aktif, karena ketika penerapan k3 sudah diterapkan dengan baik maka keuntungannya bias terjadi pada seluruh aspek baik itu untuk keuntungan  perusahaan maupun untuk keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan.










v

            PERTANYAAN
1)      Dewi Sartika, M
Tolong jelaskan cara cara, menetapkan cara penerapan ?
2)      Fiqih Anugrah
Jelaskan tahap-tahap pengembanngan K3, yaitu dokumentasi,pembagian kelompok, penyusun bagan air, penulisan manual system manajemen K3, prosedur dan instruksi kerja ?
3)      Nurul Salamah
Apa perbedaan dari membentuk kelompok kerja dan pembagian kelompok kerja ?
Dan Mengapa pembagian kelompok kerja tidak di masukankan ke dalam  langkah tiga, yaitu membentuk keompok kerja penerapan ?
4)      Lorentius
Menyatakan komitmen apakah itu termasuk tahap persiapan atau tahap pengembangan dan penerapan ?
5)      Akbar Andesta
Bagaimanakah melakukan peninjauan system yang efektif dan mengapa harus melakukan peninjauaan system ?
6)      Beni
Mengapa, penerapan system sudah dapat di laksanakan setelah selesai satu dokumen, tidak harus menunggu semua dokumen selesai ?




vi

JAWABAN
1.      Menetapkan cara penerapan, yaitu dengan cara
-          Menetapkan sumber daya, struktur organisasi dan pertanggung jawaban
-          Selanjutnaya yaitu dengan kompetensi, pelatihan dan penyuluhan
-          Perusahaan harus mengikuti angkah langkah penerapan k3
-          Dan juga bisa memintak bantuan jasa konsultan agar tau cara penerapan yang baik dan benar
(Jeprian nosa akbar)

2.      Tahap pengembangan system manajen k3 yaitu
-          Dokumen artinya system manajemen k3 di dokumenkan atau di arsipkan, setelah itu dapat di berikan kepada karyawan lainnya agar dapat di pahami dan ikuti.
-          Pembagian kelompok artinya  setelah adanya pembentukan kelompok, kelompok tersebut di bagi-bagi lagi menjadi kelompok-kelompok kecil, yang di wakili oeh setiap unit kerja.
-          Penyusun bagan air artinya pembagian struktur manajemen dari puncak sampai ahir atau dari pimpinan puncak sampai karyawan(di tambahkan  oleh Haris Muhamad Tribakhti)
-          Penulisan manual system manajemen k3 artinya system manajemen k3 di tulis secara manual, agar dapat di pahami dengan baik.
-          Prosedur artinya susunan atau aturan system manajeman k3 yang dapat di bentuk oleh kelompok pengembang system manajemen k3, agar dapat di ikuti oeh karyawan lainnya.
-          Dan instruksi kerja artinya instruksi(jeprian nosa akbar dan khoirunnisak)


3.      Perbedaan pembentukan kelompok kerja dan pembagian keompok kerja adalah pembentukan kelompok artinya perusahaan membentuk kelompok kerja agar penerapan langkah-langkah penerapan k3 dapat berjalan dengan efisien sedangkan pembagian kelompok kerja artinya setelahdiadakannya pembentukan kelompok kerja , kemudian di bagi bagi lagi menjadi kelompok kelompok kecil yang di wakili oleh setiap unit,  jadi perbedaanya adalah pembentukan kelompok kerja merupakan bagian umum sedangkan pembagian kelompok merupakan bagian khusus.
Dan mengapa pembagian keompok kerja tidak di masukkan pada langkah tiga, itu karena langkah-langkah penerapan k3 sudah memiliki sturuktur dan setiap langkah langkah memiliki bagian masing masing, jadi tidak bisa di samakan, karena keduanya sudah ada pada langkah-langkah yang sudah ditetapkan.(khoirunnisak)

Jawaban tambahan dari kelompok lain
(supriadi) sebelum melakukan pembagian kelompok kita harus melakukan pembentukan kelompok terlebih dahulu, sesuai dengan aturan yang ada

(aji purnomo)semua sudah tersusun dalam langkah-langkah masing- masing, setelah di bentuk kelompok kemudian di kembangkan lagi pada langkah selanjutnya yaitu dengan cara pembagian kelompok kerja

4.      Menyatakan komitmen termasuk ke dalam tahap pengembangan dan penerapan, karena menyatakan komitmen prinsip prinsip(yogi herdianto)

5.      Cara melakukan peninjauan system yang efektif yaitu kelompok kerja  penerapanyang sudah dibentuk melakukan pengawasan dan peninjauan apakah system yang sedang berlangsung sudah sesuai dengan persyaratan yang ada dalam SMK3, peninjauan di lakukan dengan 2 cara yaitu meninjau dokumen prosedur dan meninjau pelaksanaan. Mengapa harus melakukan peninjauan system karena peninjauan sytem berguna untuk melihat atau mengontrol apakah system yang di laksanakan sudah sesuai dengan persyaratan yang ada serta prosedur dan tata cara  penerapannya apakah sudah benar( yogi herdianto )
6.      Mengapa penerapan system sudah dapat di lakukan setelah satu dokumen selesai tidak harus menunggu semua dokumen selesai. Itu karena satu dokumen yang telah selesai sudah mencakup satu elemen dasar, jadi penerapan sudah bisa lakukan tidak harus menunggu semua dokumen selesai, karena apabila harus menunggu semua dokumen selesai, itu akan memerlukan waktu yang lama, sedangkan penerapan harus secepatnya di laksanakan karena hal itu sangat penting bagi perusahaan.(khoirunnisak)

Jawaban tambahan dari kelompok lain
(Edi pratono) penerapan k3 memerlukan waktu yang cukup lama, karena penerapan k3 tak semudah seperti kita membalikan telapak tangan, menyelesaikan satu dokumen saja sudah memerlukan waktu yang cukup lama, jadi setelah satu dokumen telah selesai maka bisa langsung bisa menerapkannya.












vii

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar